Sekitar jam enam pagi kami sudah chek out dari
penginapan. Agar cepat sampai di pelabuhan penyeberangan Uleelheu, kamipun
menggunakan transportasi online Grab. Ternyata sudah ramai orang yang mengantri
tiket ferry. Ada dua jenis ferry dari Banda Aceh ke Pulau Weh. Pertama Ferry
Cepat dan satu lagi Ferry lambat.
Kami menggunakan Ferry cepat yang berangkat jam
08:00 dengan maksud agar cepat sampai di
Pulau Weh. Untuk trip kedua akan berangkat pukul 10:00 dan pukul 16:00. Ferry
ini hanya mengangkut orang dan waktu tempuhnya hanya sekitar 45 menit. Tiketnya
Rp 80,000,-.
Sementara ferry lambat lebih besar dan juga
mengangkut mobil pribadi. Berangkatnya jam 07:30 dan jam 16:00. Memakan waktu
sekitar dua jam diperjalanan. Harga tiketnya Cuma Rp 25,000,- saja.
Sekitar jam 09:00 tibalah kami di pelabuhan Balohan
Pulau Weh. Dari pelabuhan ferry ini ke kota sabang masih sekitar satu jam lagi.
Ada kenderaan mini bus L300, becak dan mobil rental.
Untuk keliling pulau weh, menggunakan mobil rental
dikenakan Rp 800,000,-. Sementara naik becak mesin Cuma Rp 250,000. Kami
memutuskan naik becak motor saja. Tujuan pertama kami adalah kawasan wisata
pantai Ibuih dan Kilometer Nol.Kesepakatan dengan penarik becak Rp 200,000,-. Memang agak jauh juga perjalanan yang kami
tempuh. Sekitar dua jam sampailah kami di Ibuih. Lalu tukang becak mencarikan
kamar. Maklumlah hari libur, agak susah juga mendapatkannya walau disini banyak
penginapan. Akhirnya dapat juga kamar dengan tarif Rp 300,000,-. Untuk satu malam.Kamarnya cukup besar walau
non AC.
Setelah meletakkan tas, kami melanjutkan perjalanan
ke kilometer Nol yang berjarak 8 kilometer dari Ibuih. Setelah foto-foto,
kamipun kambali ke penginapan di Ibuih. Setelah makan siang, kamipun
menyeberang ke Pulau Rubiah yang terletak didepan pantai Ibuih. Sebelum
menyeberang, kami membeli tiket perahu yang membawa kami ke seberang. Tiga
orang tiket PP nya Rp 150,000,-. Selanjutnya menyewa pelampung seharga Rp
40,000,-/per orang. Dari Ibuih ke pulau Rubiah nggak dekat saja, nggak sampai
setengah jam udah sampai.
Di Pantai pulau Rubiah inilah banyak orang yang
mandi mandi serta menyelam menikmati terumbu karang. Menjelang maghrib kamipun
menyeberang kembali ke penginapan di Ibuih.
Keesokan harinya sekitar jam 11:00 kami sudah
dijemput oleh abang becak yang kami pesan kemarin. Namun kali ini, abang beca
membawa kami mutar mutar sambil menyinggahi beberapa pantai yang ada di kota
Sabang. Lalu berakhir di pelabuhan ferry Balohan.
Untuk kembali ke Banda Aceh. Kapal cepat berangkat
jam 08:00, 10:00, 14:00 dan jam 16:00. Sementara kapal lambat berangkat jam
07:30 dan jam 02:00. Kali ini kami menggunakan kapal ferry lambat saja yang
bergerak pukul 02:00. Harga tiket perginya sama saja dengan tiket pulangnya.
Dua jam di perjalanan, sampailah kami di Banda Aceh.
Mengingat jam baru sekitar pukul 16:00,sementara keberangkatan bus ke Medan
pada pukul 20:00, maka waktu yang tersisa kami gunakan menikmati keindahan
pantai uleelhue sambil menyantap jagung bakar plus air kelapa muda yang banyak
dijual di warung tepi pantai itu. Menjelang mghrib, kami memesan transportasi
online yang menghantarkan kami ke terminal bus terpadu Batoh Banda Aceh dengan
tarif 75,000,-.
Ya, malam menyambut tahun baru 2018 kami mulai di
terminal Banda Aceh dan sepanjang perjalanan menuju kembali ke kota Medan.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar