Kamis, 04 Januari 2018

Perjalanan Murah Meriah ke Pulau Weh (2)







Sekitar jam enam pagi kami sudah chek out dari penginapan. Agar cepat sampai di pelabuhan penyeberangan Uleelheu, kamipun menggunakan transportasi online Grab. Ternyata sudah ramai orang yang mengantri tiket ferry. Ada dua jenis ferry dari Banda Aceh ke Pulau Weh. Pertama Ferry Cepat dan satu lagi Ferry lambat.
Kami menggunakan Ferry cepat yang berangkat jam 08:00  dengan maksud agar cepat sampai di Pulau Weh. Untuk trip kedua akan berangkat pukul 10:00 dan pukul 16:00. Ferry ini hanya mengangkut orang dan waktu tempuhnya hanya sekitar 45 menit. Tiketnya Rp 80,000,-.



Sementara ferry lambat lebih besar dan juga mengangkut mobil pribadi. Berangkatnya jam 07:30 dan jam 16:00. Memakan waktu sekitar dua jam diperjalanan. Harga tiketnya Cuma Rp 25,000,- saja.
Sekitar jam 09:00 tibalah kami di pelabuhan Balohan Pulau Weh. Dari pelabuhan ferry ini ke kota sabang masih sekitar satu jam lagi. Ada kenderaan mini bus L300, becak dan mobil rental. 



Untuk keliling pulau weh, menggunakan mobil rental dikenakan Rp 800,000,-. Sementara naik becak mesin Cuma Rp 250,000. Kami memutuskan naik becak motor saja. Tujuan pertama kami adalah kawasan wisata pantai Ibuih dan Kilometer Nol.Kesepakatan dengan penarik becak Rp 200,000,-.  Memang agak jauh juga perjalanan yang kami tempuh. Sekitar dua jam sampailah kami di Ibuih. Lalu tukang becak mencarikan kamar. Maklumlah hari libur, agak susah juga mendapatkannya walau disini banyak penginapan. Akhirnya dapat juga kamar dengan tarif Rp 300,000,-.  Untuk satu malam.Kamarnya cukup besar walau non AC. 



Setelah meletakkan tas, kami melanjutkan perjalanan ke kilometer Nol yang berjarak 8 kilometer dari Ibuih. Setelah foto-foto, kamipun kambali ke penginapan di Ibuih. Setelah makan siang, kamipun menyeberang ke Pulau Rubiah yang terletak didepan pantai Ibuih. Sebelum menyeberang, kami membeli tiket perahu yang membawa kami ke seberang. Tiga orang tiket PP nya Rp 150,000,-. Selanjutnya menyewa pelampung seharga Rp 40,000,-/per orang. Dari Ibuih ke pulau Rubiah nggak dekat saja, nggak sampai setengah jam udah sampai. 



Di Pantai pulau Rubiah inilah banyak orang yang mandi mandi serta menyelam menikmati terumbu karang. Menjelang maghrib kamipun menyeberang kembali ke penginapan di Ibuih. 



Keesokan harinya sekitar jam 11:00 kami sudah dijemput oleh abang becak yang kami pesan kemarin. Namun kali ini, abang beca membawa kami mutar mutar sambil menyinggahi beberapa pantai yang ada di kota Sabang. Lalu berakhir di pelabuhan ferry Balohan. 



Untuk kembali ke Banda Aceh. Kapal cepat berangkat jam 08:00, 10:00, 14:00 dan jam 16:00. Sementara kapal lambat berangkat jam 07:30 dan jam 02:00. Kali ini kami menggunakan kapal ferry lambat saja yang bergerak pukul 02:00. Harga tiket perginya sama saja dengan tiket pulangnya.




Dua jam di perjalanan, sampailah kami di Banda Aceh. Mengingat jam baru sekitar pukul 16:00,sementara keberangkatan bus ke Medan pada pukul 20:00, maka waktu yang tersisa kami gunakan menikmati keindahan pantai uleelhue sambil menyantap jagung bakar plus air kelapa muda yang banyak dijual di warung tepi pantai itu. Menjelang mghrib, kami memesan transportasi online yang menghantarkan kami ke terminal bus terpadu Batoh Banda Aceh dengan tarif  75,000,-.
Ya, malam  menyambut tahun baru 2018 kami mulai di terminal Banda Aceh dan sepanjang perjalanan menuju kembali ke kota Medan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar