Minggu, 22 Februari 2015

P. Samosir (1)

1.     Ke Tomok
Hallo Backpacker, udah tau apa itu Tomok?. Hmm tentu orang Sumatera Utara banyak yang tahu. Tomok adalah desa kecil yang terdapat di Pulau Samosir yang letaknya di Danau Toba. Kali ini aku mau share pengalamanku pergi kesana. Aku akan cerita bagaimana perjalanan kesana dan ada apa saja disana.


Untuk kesana, bagi yang naik mobil dari kota Medan ya langsung aja ke Parapat. Tunggu kami disana ya karena aku mau cerita buat backpacker dengan menggunakan bus umum. Dari Terminal bus Amplas Medan kita bisa naik bus Sentosa menuju Parapat. Ongkosnya paling sekitar Rp.25.000,-. Lama diperjalanan ya paling sekitar empat jam. Cuma aku sarankan, kalau dapat berangkat dari terminal Amplas agak pagi ya. Ada juga sih yang menggunakan bus Intra. Tapi nanti turunnya di kota Pematang Siantar, yaa nyambung lagi pakai kenderaan yang lebih kecil. Kan lebih enak yang sekali jalan, langsung sampai ke Danau Toba.


Oke, Anggap ajalah kita udah sampai di Parapat. Aku Cuma bisa menyarankan untuk malam ini kita nginap aja di Parapat ini. Banyak lho penginapan, mulai dari tarif Rp. 150.000,- hingga jutaan/malam. Biasanya para backpacker cari yang murah meriah ajalah  he..he..he.. Karena kita bukan mau tidur, tapi mau jalan-jalan. Jadi Besok pagi aja  kita lanjutkan perjalanan kita.



Naah, pagi ini kita akan menyeberang ke Pulau Samosir dengan menggunakan Ferry. Tapi buat yang naik mobil pribadi, menyeberangnya dari pelabuhan Ajibata, ya agak menurunlah sedikit dari Parapat, ya sekitar 15 menit aja kok. Nanti Mobil kalian akan dinaikkan keatas ferry yang ukurannya lebih besar dan terbuat dari besi. Tapi aku sama teman-temanku naik ferry dari kayu aja heeeheee murah meriah. Cuma sekitar Rp.8000,- aja sekali jalan. 




Bagi teman-teman yang untuk pertama kali ke Danau Toba pasti terkagum dengan keindahan alamnya yang asri dan alami. Oh ya ada juga Ferry yang mengutip ongkos perjalanan pulang pergi. Maksudku Parapat ke Tomok dan Tomok ke Parapat, ya tentu ongkosnya pergi pulang donk. Asal jangan hilang ajalah tiketnya buat pulang. Tapi jangan khawatir, banyak koq ferry disini. Kalau Ferry yang mengutip ongkos pergi dan pulang, biasanya digunakan oleh para pendatang alias turis. Nah kalau ferry yang ini, penumpang biasanya dibawa terlebih dahulu melihat batu gantung. Udah tau belom kisah batu gantung itu?. Itu lho konon mengisahkan tentang seorang anak durhaka. Tapi lain kali aja ya aku ceritakan.


Okkeee, anggap ajalah kita udah nyampai di pelabuhan Tomok. Lantas mau ngapain kita disini ?. Tenang aja, pemandangan danau toba yang indah masih terlihat koq. Kali ini kita akan wisata sejarah orang batak. Kita jalan kaki santai aja melewati kios-kios pedagang yang menjajakan beraneka macam sauvenir/cendera mata. Paling sekitar 5 menit, kita akan menjumpai sekelompok rumah adat batak yang usia bangunannya sudah ratusan tahun. Bayangkan aja alangkah kuatnya kayu yang dijadikan bahan pembuatan rumah itu.


Orang Batak disini ramah-ramah. Kita akan dijelaskan filosofi dari rumah itu oleh pemandu. Kalau lagi nasib baik, para pengunjung akan dipertontonkan tari sigale-gale, yaitu patung manusia terbuat dari kayu. Konon katanya sigale-gale adalah putra kesayangan salah  seorang dari  raja batak. Tenang aja, lengkap ceritanya akan dijelaskan oleh pemandu wisata disini. Asyiik lho lihat tariannya sambil diiringi musik khas suku batak. Naah setelah itu, buat yang suka tari-tarian dapat melihat tari-tarian khas batak. Eeiit perlu diingat, kita juga boleh ikut menari juga lho. Oh yaa jangan lupa berikan tips berupa uang terima kasih karena kita sudah disuguhkan hiburan dan penjelasan oleh pemandu.




Tak jauh dari rumah adat itu, kita dapat menyaksikan kuburan raja Sidabutar. Mau tahu ceritanya ?. Ya datanglah kemari, nanti ada yang menceritakannya. Dari pemandu itu kami mendapat penjelasan bahwa terdapat hubungan dengan seorang panglima yang berasal dari Aceh. Lucu juga kisahnya, tapi tetap asyiik kawan. Disekitar kuburan ini terdapat terdapat meja dan kursi yang terbuat dari batu yang usianya juga sudah lebih ratusan tahun.






Okee, nggak Cuma sampai disitu. Kita bergeser sedikit dari kuburan Raja Sidabutar yaa. Kita jalan-jalan santai aja melewati lorong yang banyak terdapat kios-kios cendera mata ini. Naah nyampai deh. Diujung lorong ini, kami menemukan Museum Batak. Masuk yuuk. Ooh ternyata didalamnya banyak terdapat peninggalan-peninggalan sejarah, alat-alat musik, koin kuno dan pokoknya banyaklah. Anak mahasiswa jurusan sejarah, aku yakin pasti betah deh berlama-lama disini.






Kurasa sampai disini dahulu ceritaku ini ya kawan-kawan. Mau istirahat dulu he..he..he.. Nanti disaat kami melanjutkan perjalanan ke Ambarita, akan kuceritakan lagi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar