1. Ke Tomok
Hallo Backpacker,
udah tau apa itu Tomok?. Hmm tentu orang Sumatera Utara banyak yang tahu. Tomok
adalah desa kecil yang terdapat di Pulau Samosir yang letaknya di Danau Toba. Kali
ini aku mau share pengalamanku pergi kesana. Aku akan cerita bagaimana
perjalanan kesana dan ada apa saja disana.
Untuk
kesana, bagi yang naik mobil dari kota Medan ya langsung aja ke Parapat. Tunggu
kami disana ya karena aku mau cerita buat backpacker dengan menggunakan bus
umum. Dari Terminal bus Amplas Medan kita bisa naik bus Sentosa menuju Parapat.
Ongkosnya paling sekitar Rp.25.000,-. Lama diperjalanan ya paling sekitar empat
jam. Cuma aku sarankan, kalau dapat berangkat dari terminal Amplas agak pagi ya.
Ada juga sih yang menggunakan bus Intra. Tapi nanti turunnya di kota Pematang
Siantar, yaa nyambung lagi pakai kenderaan yang lebih kecil. Kan lebih enak yang
sekali jalan, langsung sampai ke Danau Toba.
Oke, Anggap
ajalah kita udah sampai di Parapat. Aku Cuma bisa menyarankan untuk malam
ini kita nginap aja di Parapat ini. Banyak lho penginapan, mulai dari tarif Rp. 150.000,- hingga jutaan/malam. Biasanya para backpacker cari yang murah meriah
ajalah he..he..he.. Karena kita bukan mau tidur, tapi mau jalan-jalan. Jadi
Besok pagi aja kita lanjutkan perjalanan kita.
Naah, pagi
ini kita akan menyeberang ke Pulau Samosir dengan menggunakan Ferry. Tapi buat
yang naik mobil pribadi, menyeberangnya dari pelabuhan Ajibata, ya agak
menurunlah sedikit dari Parapat, ya sekitar 15 menit aja kok. Nanti Mobil kalian
akan dinaikkan keatas ferry yang ukurannya lebih besar dan terbuat dari besi. Tapi
aku sama teman-temanku naik ferry dari kayu aja heeeheee murah meriah. Cuma
sekitar Rp.8000,- aja sekali jalan.
Bagi
teman-teman yang untuk pertama kali ke Danau Toba pasti terkagum dengan
keindahan alamnya yang asri dan alami. Oh ya ada juga Ferry yang mengutip
ongkos perjalanan pulang pergi. Maksudku Parapat ke Tomok dan Tomok ke Parapat,
ya tentu ongkosnya pergi pulang donk. Asal jangan hilang ajalah tiketnya buat
pulang. Tapi jangan khawatir, banyak koq ferry disini. Kalau Ferry yang
mengutip ongkos pergi dan pulang, biasanya digunakan oleh para pendatang alias
turis. Nah kalau ferry yang ini, penumpang biasanya dibawa terlebih dahulu
melihat batu gantung. Udah tau belom kisah batu gantung itu?. Itu lho konon
mengisahkan tentang seorang anak durhaka. Tapi lain kali aja ya aku ceritakan.
Okkeee, anggap
ajalah kita udah nyampai di pelabuhan Tomok. Lantas mau ngapain kita disini ?.
Tenang aja, pemandangan danau toba yang indah masih terlihat koq. Kali ini
kita akan wisata sejarah orang batak. Kita jalan kaki santai aja melewati kios-kios
pedagang yang menjajakan beraneka macam sauvenir/cendera mata. Paling sekitar 5
menit, kita akan menjumpai sekelompok rumah adat batak yang usia bangunannya
sudah ratusan tahun. Bayangkan aja alangkah kuatnya kayu yang dijadikan bahan
pembuatan rumah itu.
Orang Batak disini ramah-ramah. Kita akan dijelaskan
filosofi dari rumah itu oleh pemandu. Kalau lagi nasib baik, para pengunjung
akan dipertontonkan tari sigale-gale, yaitu patung manusia terbuat dari kayu.
Konon katanya sigale-gale adalah putra kesayangan salah seorang dari raja batak. Tenang aja, lengkap ceritanya akan
dijelaskan oleh pemandu wisata disini. Asyiik lho lihat tariannya sambil
diiringi musik khas suku batak. Naah setelah itu, buat yang suka tari-tarian dapat melihat tari-tarian
khas batak. Eeiit perlu diingat, kita juga boleh ikut menari juga lho. Oh yaa jangan lupa berikan tips berupa uang terima kasih karena kita sudah disuguhkan hiburan dan penjelasan oleh pemandu.
Tak jauh
dari rumah adat itu, kita dapat menyaksikan kuburan raja Sidabutar. Mau tahu
ceritanya ?. Ya datanglah kemari, nanti ada yang menceritakannya. Dari pemandu
itu kami mendapat penjelasan bahwa terdapat hubungan dengan seorang panglima
yang berasal dari Aceh. Lucu juga kisahnya, tapi tetap asyiik kawan. Disekitar
kuburan ini terdapat terdapat meja dan kursi yang terbuat dari batu yang
usianya juga sudah lebih ratusan tahun.
Okee,
nggak Cuma sampai disitu. Kita bergeser sedikit dari kuburan Raja Sidabutar yaa.
Kita jalan-jalan santai aja melewati lorong yang banyak terdapat kios-kios
cendera mata ini. Naah nyampai deh. Diujung lorong ini, kami menemukan Museum
Batak. Masuk yuuk. Ooh ternyata didalamnya banyak terdapat
peninggalan-peninggalan sejarah, alat-alat musik, koin kuno dan pokoknya
banyaklah. Anak mahasiswa jurusan sejarah, aku yakin pasti betah deh
berlama-lama disini.
Kurasa
sampai disini dahulu ceritaku ini ya kawan-kawan. Mau istirahat dulu
he..he..he.. Nanti disaat kami melanjutkan perjalanan ke Ambarita, akan
kuceritakan lagi :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar