Setelah puas berwisata sejarah di desa Tomok, kami
melanjutkan perjalanan ke desa Ambarita. Bagi back packer macam kami, naik
angkutan umum merupakan hal yang biasa. Memang di Tomok beberapa penduduknya
ada yang merenyewakan sepeda dan juga sepeda motor untuk keliling di Pulau
Samosir. Jadi kalau ada turis eropa yang naik sepeda di Pulau Samosir ini,
dapat dipastikan bahwa itu dirental. Nggak mungkin mereka bawa sepeda dari
eropa he..he..he..
Tapi kami naik angkutan umum ajalah, karena malam ini
rencananya kami menginap di desa Tuktuk. Ternyata dari Tomok ke Ambarita tidak
terlalu jauh. Dengan membayar ongkos Rp5.000,- saja kami sudah sampai di
Ambarita. Penduduk setempat menunjukkan kami lorong yang harus kami lalui untuk
sampai ke tujuan. Asyik juga berjalan santai didesa ambarita ini. Kami melewati
sawah – sawah milik penduduk dan tak berapa lama, kamipun tiba di lokasi yang
dikenal kursi batu.
Lokasi ini memang telah dijadikan objek wisata, maka untuk
memasukinya, kami harus membeli tiket masuk murah meriah terlebih dahulu. Lokasi wisatanya nggak jauh
beda dengan apa yang kullihat di Tomok. Ada Rumah Adat batak yang telah berusia
ratusan tahun. Serta kursi meja dari batu dan tempat pemasungan pada zaman
dahulu kala. Karena dijadikan objek wisata, maka wajar saja kalau disini juga
ada pemandun yang menjelaskan sejarah yang terdapat di lokasi ini.
Bedanya, kalau di Tomok pemandunya banyak berkisah tentang
Raja Sidabutar, tapi disini berkisah tentang Raja Sialagan. Memang lokasinya
tidak terlalu luas, sehingga tidak memakan waktu terlalu lama untuk menikmati
lokasi ini. Tapi cukuplah untuk sekedar menambah wawasan sambil berekreasi. Jadi
kalau mau tahu lebih banyak tentang sejarah disini ya datang ajalah kemari he..he..he..
Mengingat hari sudah hampir petang, kamipun bergegas untuk
kembali ke Tuktuk yang tadi kami lewati. Memang Tuktuk banyak dijadikan oleh
para pelancong untuk menginap. Mulai dari hotel, guest House hingga penginapan
murah ada di Tuktuk. Tinggal sesuaikan aja dengan isi kantong masing – masing J.
Okee, cukup sekian kisah perjalan saya ke Ambarita
pada hari ini. Besok rencananya kami melanjutkan petualangan menuju kolam
pemandian air panas yang terdapat di Pangururan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar