Minggu, 22 Februari 2015

P. Samosir ( 2)


Setelah puas berwisata sejarah di desa Tomok, kami melanjutkan perjalanan ke desa Ambarita. Bagi back packer macam kami, naik angkutan umum merupakan hal yang biasa. Memang di Tomok beberapa penduduknya ada yang merenyewakan sepeda dan juga sepeda motor untuk keliling di Pulau Samosir. Jadi kalau ada turis eropa yang naik sepeda di Pulau Samosir ini, dapat dipastikan bahwa itu dirental. Nggak mungkin mereka bawa sepeda dari eropa he..he..he..

Tapi kami naik angkutan umum ajalah, karena malam ini rencananya kami menginap di desa Tuktuk. Ternyata dari Tomok ke Ambarita tidak terlalu jauh. Dengan membayar ongkos Rp5.000,- saja kami sudah sampai di Ambarita. Penduduk setempat menunjukkan kami lorong yang harus kami lalui untuk sampai ke tujuan. Asyik juga berjalan santai didesa ambarita ini. Kami melewati sawah – sawah milik penduduk dan tak berapa lama, kamipun tiba di lokasi yang dikenal kursi batu.

Lokasi ini memang telah dijadikan objek wisata, maka untuk memasukinya, kami harus membeli tiket masuk murah meriah  terlebih dahulu. Lokasi wisatanya nggak jauh beda dengan apa yang kullihat di Tomok. Ada Rumah Adat batak yang telah berusia ratusan tahun. Serta kursi meja dari batu dan tempat pemasungan pada zaman dahulu kala. Karena dijadikan objek wisata, maka wajar saja kalau disini juga ada pemandun yang menjelaskan sejarah yang terdapat di lokasi ini.

Bedanya, kalau di Tomok pemandunya banyak berkisah tentang Raja Sidabutar, tapi disini berkisah tentang Raja Sialagan. Memang lokasinya tidak terlalu luas, sehingga tidak memakan waktu terlalu lama untuk menikmati lokasi ini. Tapi cukuplah untuk sekedar menambah wawasan sambil berekreasi. Jadi kalau mau tahu lebih banyak tentang sejarah disini ya datang ajalah kemari he..he..he..

Mengingat hari sudah hampir petang, kamipun bergegas untuk kembali ke Tuktuk yang tadi kami lewati. Memang Tuktuk banyak dijadikan oleh para pelancong untuk menginap. Mulai dari hotel, guest House hingga penginapan murah ada di Tuktuk. Tinggal sesuaikan aja dengan isi kantong masing – masing J.


Okee, cukup sekian kisah perjalan saya ke  Ambarita pada hari ini. Besok rencananya kami melanjutkan petualangan menuju kolam pemandian air panas yang terdapat di Pangururan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar