Setelah meninggalkan Danau Kembar, bus pariwisata yang kami
tumpangipun melaju ke jalan raya melewati Kabupaten Solok. Bus berbelok ke
kanan disertai guyuran hujan. Tujuan perjalanan kali ini adalah menuju ke Danau Singkarak. Sepanjang
perjalanan aku asyik menyaksikan setiap panorama alam yang kulewati. Hamparan
sawah dan ladang terbentang luas disepanjang perjalananku.
Danau Singkarak merupakan salah satu danau terbesar di
Sumatera Barat. Untuk memperkenalkan danau ini, maka salah satu even yang
digelar Pemda Sumbar adalah dengan mengadakan perlombaan “Tour de Singkarak”.
Tour de singkarak adalah ajang perlombaan balap sepeda tingkat internasional. Aku
yakin daerah ini pasti ramai dikunjungi oleh turis disaat berlangsungnya
perlombaan tersebut. Cukup banyak atlit balap sepeda yang turut serta dalam
ajang perlombaan ini, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, maka bus
pariwisata yang kami tumpangi sampai di Danau Singkarak. Memang fasilitas dan
akomodasi buat para turis tidak seheboh apa yang ada di Danau Toba. Disini
tidak banyak terdapat penginapan untuk para pengunjung. Aku hanya melihat
banyak turis lokal yang berdarmawisata di pinggir danau ini. Padahal menurutku,
danau ini cukup indah dan mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Sebenarnya aku ingin sekali berenang atau berendam di danau
ini. Maklumlah, karena ini pertama kali aku menginjakkan kaki kesini. Namun
dikarenakan angin berhembus cukup kencang, membuat air danau menimbulkan ombak
yang cukup kuat. Kondisi ini tak memungkinkan bagi para pelancong untuk
menikmati sensasi bermandi – mandi ria di air danau. Tapi tak apalah, karena
dapat sampai di lokasi ini saja aku sudah patut bersyukur.
Setelah puas menikmati keindahan danau, maka kamipun bergerak
menuju ke kota Padang Panjang. Kota Padang Panjang merupakan kota kelahiran
almarhumah nenekku. Ya dapat dibilang, kalau saat ini kami mengadakan pulang
kampung bersama. Memang nikmat bermalam di rumah gadang dalam keadaan cuaca yang
sangat sejuk. Kota Padang Panjang diapit oleh dua buah gunung yang sangat
terkenal, yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Merapi. Kota ini terkenal dengan
wisata kulinernya yang lezat dan beraneka macam. Suasana dingin menjadikan kota
ini cocok sekali dijadikan tempat untuk menikmati makanan dan minuman yang
hangat – hangat.
Kota ini dahulunya
juga dikenal dengan kota pelajar yang islami. Ada dua pesantren yang terkenal
hingga ke tanah jawa. Pesantren untuk putra bernama Pesantren Tawalib,
sementara untuk santri putri adalah Pesantren Diniyah Putri. Menurut cerita
ayahku, dahulu santri dikedua pesantren itu banyak yang datang dari Aceh hingga
dari Puau Jawa. Kedua pesantren itu masih beroperasi hingga saat ini, namun
ketenarannya tidak setenar zaman dahulu lagi.
Adapun lokasi wisata yang terkenal di daerah ini adalah Air
Terjun Lembah Anai. Lokasinya dipinggir jalan raya. Jika kita meninggalkan kota
Padang Panjang menuju kota Padang, maka tak heran kalau kenderaan yang kita
naiki dapat terkena percikan air terjun itu. Tapi besok kami tidak kesana, melainkan
melanjutkan perjalanan wisata ke Bukit Tinggi, melihat fly over kelok 9 hingga
berwisata di Bukit Harau di daerah Batu Sangkar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar